Forum Komunikasi dan Informasi Pengrajin Siap Dibentuk

5 09 2008

Kategoti : Berita
Sumber : Harian Umum Suara Mandiri

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bima bersama Center of Development Studies (CeDES) Bima yang didukung oleh Good Local Governance (GLG) Provinsi NTB siap membentuk forum Komunikasi dan Informasi Pengrajin tingkat Kabupaten Bima, dalam waktu dekat. Hadir dalam pertemuan pembuka tersebut Wakil Bupati Bima, Perwakilan Dekranasda, CeDES, pengrajin bandeng presto, pengrajin tenun, mbohi dungga, pers, dan lain-lain.
Dekranasda Kabupaten Bima yang diwakili oleh H. Nurdin yang menggagas pertemuan forum dalam pertemuan, rabu sore kemarin di kediaman Wakil Bupati Bima mengatakan, pihaknya akan membentuk Forum Komunikasi dan Informasi Pengrajin ini dalam waktu dekat. Pembentukan ini sangat mendesak untuk dilakukan setelah pihaknya mendapatkan masukan dari pihak GTZ – GLG NTB beberapa waktu yang lalu saat pelatihan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Tujuan pembentukan forum ini, sebagai wadah penyaluran aspirasi, penyedia jasa berupa informasi dalam rangka pengembangan kerajinan lokal sehingga dapat dinikmati masyarakat luas.
Wakil Bupati, H. Usman, AK dalam pengarahannya mengaku, pembentukan forum yang mengingat berbagai macam pengrajin khas Bima ini merupakan langkah tepat dalam pengembangan pasar dalam industri kerajinan lokal Bima kep pasar nasional maupun internasional.
Keinginan ini sebenarnya sesuai dengan visi – misi Bima AKBAR yang diantaranya bercirikan Bima yang Kreatif. Dijelaskannya kata kreatif ini sangat penting dimiliki oleh masyarakat Bima sehingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan bukan hanya menunggu Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai salah satu pekerjaan.
Wakil Bupati Bima mencontohkan, orang Bima penghasil dodol Wera, bawang merah, ikan bandeng, mina sarua, tenun dan kekhasan lain ke wilayah pasar yang lebih luas dengan alasan tidak memiliki kemampuan mengelola produk-produk tersebut. Misalnya membuat kemasan sehingga terlihat menarik konsumen. “Produk ini tidak ada di kota lain, bahkan di daerah sendiri butuh waktu guna mendapatkannya, kenapa hal ini dibiarkan begitu saja”, ujarnya.
Nah melalui forum pengrajin atau apapun namanya nantibisa menjadi wadah yang benar-benar menampung dan melayani jasa informasi pengembangan ekonomi lokal.
Perwakilan CeDES Bima, Arief Rachman menambahkan, jasa layanan yang disediakan forum nantinnya antara lain berupa penyusunan rencana bisnis, adopsi inovasi dan teknologi, marketting intelegen, pemberdayaan atau baik penguatan tenaga lokal, advokasi dan kesempatan kerja


Aksi

Information




%d blogger menyukai ini: